Padahal dengan adanya kubah lava baru, setidaknya dapat diketahui sebagai indikator menurunnya aktivitas Merapi. Karena belum adanya pembentukan lava baru, BPPTK Yogyakarta belum menurunkan status Merapi dari awas ke siaga.
Pertimbangannya, sewaktu-waktu Gunung Merapi bisa meletus lagi mengingat masih adanya aktivitas magma yang tersisa di dalam kawah. Sejak Rabu malam hingga Kamis (12/11) siang, guguran di puncak Merapi terjadi sebanyak 27 kali, diikuti satu kali gempa permukaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar